dilengkapidengan berpikir kreatif dengan alasan persaingan bisnis dan industri yang cepat, penggunaan sumber daya manusia kreatif secara efektif dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan masalah untuk menemukan solusi yang inovatif. Hal ini sangat sesuai dengan peran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Pengertian Kewirausahaan – Siang itu matahari bersinar sangat terik. Meski begitu, tidak menyurutkan semangat kakek ini berjualan. Ia menjual aneka minuman, baik panas maupun dingin. Hanya dengan merogoh kocek mulai 2000 rupiah, hingga 3500 rupiah, kita sudah dapat menikmati minuman menyegarkan yang dijual oleh kakek tersebut. Kakek berjualan minuman ini, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga si kakek. Bacaan di atas, menceritakan sebuah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seorang kakek. Disebut sebagai apakah kegiatan ini? Kakek ini melakukan sebuah usaha mandiri alias berdagang, guna mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Kegiatan yang dilakukan oleh kakek ini adalah kegiatan wirausaha atau bisa juga disebuat dengan kewirasusahaan. Pengertian KewirausahaanPengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli1. Menurut Richard Cantillon 17752. Menurut Thomas W. Zimmerer3. Menurut Norman M. Scarborough dan Thomas W. ZimmererKonsep Kewirausahaan1. Kelincahan / Agility2. Daya Tahan Eundurance3. Kecepatan4. Kelenturan5. KekuatanManfaat Kewirausahaan1. Membuka Lapangan Kerja Baru2. Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi3. Bisa Memiliki Usaha Sesuai Bidang yang Disuka4. Mengetahui Hal-Hal yang Sedang Trend Karakteristik Kewirausahaan1. Disiplin2. Jujur3. Mandiri4. Inovatif5. Memiliki Komitmen yang TinggiTujuan Kewirausahaan1. Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil2. Kesejahteraan Masyarakat Terangkat3. Menumbuhkan Semangat BerinovasiSifat Kewirausahaan1. Keinginan untuk berprestasi2. Keinginan untuk bertanggung jawab3. Prarasa terhadap risiko-risiko menengah4. Pemahaman terhadap sebuah keberhasilan5. Rangsangan oleh umpan balik6. Aktivitas energik7. Orientasi ke masa depan8. Keterampilan dalam pengorganisasian9. Sikap terhadap uangJenis Wirausaha1. Usaha Ritel2. Startup Bisnis3. Industri KreatifApa yang dimaksud dalam kewirausahaan?Apa tujuan dari kewirausahaan? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kata wirausaha merupakan gabungan dari dua kata yang masing-masing memiliki arti, wira dapat diartikan sebagai pahlawan atau laki-laki, sedangkan kata usaha merupakan sebuah kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai suatu maksud. Kegiatan yang dilakukan kakek pada cerita di atas, memiliki maksud untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga si kakek tersebut. Karena jika kakek ini tidak bekerja, mungkin kebutuhan keluarganya tidak dapat tercukupi. Maka kata wirausaha, dapat diartikan sebagai seorang yang melakukan sesuatu dengan segala kemampuannya untuk mencapai maksud tertentu. Pada perjalanannya, kegiatan wirausaha berkembang menjadi kewirausahaan, istilah kewirausahaan merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris. Sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris, kata entrepreneurship sendiri berasal dari kata berbahasa Perancis, yaitu entreprende yang memiliki arti petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Sementara itu, pengertian kewirausahaan adalah suatu usaha untuk menentukan, mengembangkan, kemudian menggabungkan inovasi, kesempatan, dan cara yang lebih baik agar memiliki nilai yang lebih dalam kehidupan. Pada buku berjudul Kewirausahaan dari Hery, CRP., RSA, CFRM. dijelaskan mengenai dalam mengembangkan kewirausahaan maupun wirausaha sendiri, seorang wirausahawan harus dapat berani untuk mengambil resiko demi memperoleh keuntungan. Jika Grameds tertarik untuk membeli buku ini, klik “beli buku yang ada di bawah ini”. Kewirausahaan dan wirausaha sendiri merupakan sebuah upaya yang melibatkan sumber daya lainnya seperti sumber daya alam, modal dan teknologi, sehingga dapat menciptakan kekayaan dan kemakmuran melalui penciptaan lapangan kerja, penghasilan dan produk yang diperlukan masyarakat. Namun teori mengenai kewirausahaan sendiri banyak berkembang, dan memiliki arti masing-masing menurut para ahli. Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli Berikut ini adalah beberapa pengertian kewirausahaan menurut para Ahli 1. Menurut Richard Cantillon 1775 Kewirausahaan sebagai pekerjaan itu sendiri wirausaha. Seorang pengusaha membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang beresiko atau ketidakpastian. 2. Menurut Thomas W. Zimmerer Kewirausahaan adalah penerapan inovasi dan kreativitas untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang yang orang lain hadapi setiap hari. 3. Menurut Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer Kewirausahaan adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya. Dalam menjalankan ataupun menciptakan suatu usaha, seorang wirausahawan wajib memiliki bekal pengetahuan yang cukup, agar usaha yang dijalankannya berjalan lancar, dan mampu mengatasi permasalahan yang muncul pada saat usaha ini berjalan. Di masa pandemi ini, sangat dibutuhkan cara berpikir yang strategis. Pola berpikir seperti ini diperlukan, agar seorang wirausahawan mampu beradaptasi dengan kondisi-kondisi yang muncul akibat wabah Covid-19 ini. Salah satu bekal yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah konsep dasar mengenai kewirausahaan. Konsep Kewirausahaan 5 konsep dasar dalam kewirausahaan yang wajib Gramedians ketahui adalah sebagai berikut. 1. Kelincahan / Agility Kelincahan atau agility, merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu ia bergerak tanpa kehilangan keseimbangan, sehingga dapat beradaptasi dan bertahan dengan segala perubahan zaman. Kelincahan ini berkaitan erat antara kecepatan dan kemampuan belajar terhadap hal yang baru. Pandemi yang datang secara tiba-tiba seolah-olah mempercepat kebiasaan hidup kita. Dari sisi wirausaha, seseorang dituntut untuk lincah merespon kondisi ini, baik secara strategi, hasil, dan pasar. 2. Daya Tahan Eundurance Daya tahan atau endurance menyatakan keadaan yang menekankan pada kapasitas kerja secara terus menerus. Banyak sekali sektor ekonomi gulung tikar di masa pandemi ini. Imunitas pada diri pribadi, maupun perusahaan, terdampak oleh pandemi. Daya tahan sangat dipengaruhi oleh kelancaran produksi, dan penjualan. Jika produk yang dihasilkan masih dibutuhkan banyak konsumen di masa pandemi ini, dengan sendirinya pemasukan perusahaan akan mengalir terus. Hanya mereka yang memiliki daya tahan tinggi, bisa lolos dari ujian. 3. Kecepatan Kecepatan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Seorang wirausaha, harus memiliki kecepatan dalam berinovasi untuk melesat maju untuk menjawab tantangan pasar dan secepat apa seorang wirausahawan mampu melaju melebihi pesaingnya. 4. Kelenturan Kelenturan adalah seseorang yang mampu menyesuaikan kehidupan dimanapun tempatnya. Kelenturan menjadi salah satu faktor yang diperlukan dalam beradaptasi. Seorang wirausahawan, diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Dimanapun tempatnya, mampu memaksimalkan potensi ruang yang ada, untuk melakukan proses usaha, tanpa harus mengeluh dengan kondisi tempat yang ada. 5. Kekuatan Kekuatan atau strength, yaitu suatu kemampuan kondisi fisik manusia yang diperlukan dalam peningkatan prestasi belajar gerak. Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat penting dalam merespon kegiatan kewirausahaan, karena dapat membantu meningkatkan fungsi komponen-komponen seperti kecepatan, kelincahan dan ketepatan. Mau jadi yang terdepan atau mampu bertahan dalam pandemi, jika memiliki semua unsur ini dalam diri seorang pelaku usaha, maka akan sangat besar kemungkinan untuk bertahan dan memajukan dirinya. Bagi Grameds yang ingin memahami lebih dalam mengenai berbagai konsep kewirausahaan, buku Kewirausahaan yang ditulis oleh Po Abas Sunarya menguraikan mengenai konsep-konsep yang ada di dalam kewirausahaan, proses menuju kewirausahaan, dan masih banyak lagi. Manfaat Kewirausahaan Banyaknya orang yang ingin menjadi wirausahawan disebabkan karena kewirausahaan itu sendiri memiliki beberapa manfaat, diantaranya? 1. Membuka Lapangan Kerja Baru Ketika seseorang sudah memiliki sebuah usaha yang cukup besar, maka untuk memajukannya dibutuhkan karyawan tambahan agar dapat memenuhi pesanan. Oleh sebab itu, dengan kewirausahaan bisa membuka lapangan kerja baru, sehingga dapat membantu menyejahterakan masyrakat. 2. Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi Kewirausahaan akan selalu berkaitan dengan ekonomi, maka ketika sudah berwirausaha, maka secara langsung sudah berperan dalam pertumbuhan ekonomi, baik itu dalam skala daerah atau nasional. 3. Bisa Memiliki Usaha Sesuai Bidang yang Disuka Bekerja sesuai dengan bidang yang disuka pastinya akan sangat senang dan mendapatkan penghasilan. Dengan berwirausaha, maka bidang yang disukai bisa menjadi sebuah usaha, seperti seseorang yang suka masak bisa memiliki warung makan. 4. Mengetahui Hal-Hal yang Sedang Trend Manfaat berikutnya dari kewirausahaan adalah bisa mengetahui hal-hal yang sedang trend, sehingga tidak ketinggalan informasi terbaru. Terlebih lagi, sebuah usaha akan bisa terus berkembang, jika secara terus menerus ikut trend yang sedang terjadi. Karakteristik Kewirausahaan Untuk menjadi seorang wirausaha, maka kita harus memiliki karakteristik kewirausahaan. Karakteristik ini sangat diperlukan karena akan memudahkan seseorang dalam mewujudkan usaha yang akan dibangunnya. Karakteristik wirausaha sebagai berikut 1. Disiplin Karateristik wirausaha yang pertama adalah disiplin. Dalam hal ini, disiplin bisa berarti sebagai suatu motivasi agar dapat menjalankan usaha dengan maksimal. Adapun contoh dari karakteristik disiplin, seperti pandai mengatur waktu, mampu membuat target, dan sebagainya. 2. Jujur Jujur merupakan salah satu karakteristik wirausaha yang harus dimiliki. Hal ini dikarenakan dengan sifat jujur, maka akan membuat banyak konsumen tertarik untuk membeli suatu produk yang diperjualbelikan. 3. Mandiri Sudah menjadi hal umum apabila dalam menjalankan usaha harus bisa mengambil keputusan dengan cepat. Oleh karena itu, kamu perlu memiliki karakteristik mandiri agar tidak terlalu bergantung dengan orang lain dalam mengambil keputusan. 4. Inovatif Perkembangan zaman akan terus berubah, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen akan ikut berubah juga. Maka dari itu, seorang wirausaha harus memiliki jiwa inovatif agar produk yang dibuatnya terus disukai oleh konsumen. 5. Memiliki Komitmen yang Tinggi Suatu usaha akan sulit untuk mengalami perkembangan apabila tidak adanya komitmen tinggi. Maka dari itu, seorang wirausaha perlu memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan usahanya. Dengan begitu, usaha yang dikembangkan akan mampu bersaing dengan kompetitor. Tujuan Kewirausahaan Dalam memainkan usaha, ketika seorang wirausahawan membuat perencanaan, pasti memiliki tujuan. Besar ataupun kecil, kegiatan kewirausahaan ini berdampak pada kehidupan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak beberapa tujuan kewirausahaan. 1. Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil Suatu kegiatan kewirausahaan yang muncul, pasti melibatkan banyak orang untuk mendukung berjalannya suatu usaha. Keterlibatan sumber daya manusia ini, boleh diakui secara langsung atau tidak, akan membentuk karakter-karakter baru sebagai pelaku usaha. Di masa pandemi ini, banyak sektor ekonomi berhenti, akibatnya banyak sumber daya manusia kehilangan sumber pendapatan. Saat ini, yang dibutuhkan adalah sebuah kegiatan kewirausahaan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Jika kegiatan ekonomi kerakyatan ini didukung penuh, maka lapangan pekerjaan baru akan terbuka, dan perekonomian masyarakat juga terbantu. 2. Kesejahteraan Masyarakat Terangkat Lesunya perekonomian akibat pandemi, berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan dalam masyarakat. Namun masih adanya beberapa kegiatan ekonomi yang berjalan, diharapkan mampu memberikan sokongan bagi perekonomian nasional. Dengan berbekal konsep kewirausahaan yang kuat, maka inovasi baru akan muncul, dengan demikian, ruang-ruang usaha baru akan muncul, sehingga menekan angka pengangguran. 3. Menumbuhkan Semangat Berinovasi Ketika seseorang dalam kondisi suatu tekanan tertentu, kadangkala akan memicu semangat berpikir yang berbeda dengan sebelumnya. Tidak jarang, inovasi-inovasi baru akan muncul dari kondisi yang semacam ini. Maka, jika dimaknai dengang sikap yang positif, pandemi ini juga memiliki peran, membentuk pribadi seseorang untuk maju. Dalam kewirausahaan juga kita harus memiliki jiwa semangat, mau serta mampu untuk mengerjakan pekerjaan yang sulit dan juga penuh resiko, dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam mengambil keputusan yang tepat. Melalui buku berjudul Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan oleh Rachmat Hidayat, Grameds akan diajarkan berbagai cara agar semangat dalam diri tersebut tidak padam. Dengan demikian, jika tujuan kewirausahaan ini tercapai, maka perekonomian nasional akan bertumbuh. Sifat Kewirausahaan Dalam usaha, pasti ada pasang dan surut, ada sukses dan gagal. Agar sebuah usaha dapat bertahan, bahkan berkembang, dan berdampak, maka seorang wirausahawan harus mempunyai sifat kewirausahaan baik. Seorang ahli ekonomi bernama McClelland menyebutkan bahwa, seorang wirausahawan idealnya mempunyai sifat dan karakteristik sebagai berikut 1. Keinginan untuk berprestasi Keinginan untuk berprestasi merupakan suatu sifat yang bersumber dari dalam diri seorang wirausahawan, yang muncul karena adanya keinginan serta dorongan untuk berdaya dalam mencapai tujuan. Seorang wirausahawan harus memiliki insting bisnis yang strategis, mampu menghasilkan keuntungan yang besar dan cepat.. 2. Keinginan untuk bertanggung jawab Rasa tanggung jawab yang tinggi, menjadi hal penting yang harus dimiliki ketika menjalankan kegiatan komitmen terhadap suatu keputusan yang diambil, ketika seorang wirausahawan membangun usaha, atau memutuskan untuk menjadi wirausahawan, harus dijalankan penuh tanggung jawab .Pertanggungjawaban ini berlaku untuk semua hal yang berkaitan dengan berjalannya suatu usaha, seperti tanggung jawab terhadap usaha yang sudah dibangun, tanggung jawab terhadap sumber daya yang ada,serta tanggung jawab terhadap pengelolaan hasil usahanya. 3. Prarasa terhadap risiko-risiko menengah Dalam kegiatan kewirausahaan, pasti memiliki berbagai capaian atau tujuan yang ingin untuk mencapainya, diperlukan tahapan-tahapan perencanaan kerja yang matang. Perencanaan ini disusun sebagai suatu strategi untuk menghadapi segala kendala yang muncul ketika usaha tersebut berjalan. Dalam menyusun rencana kerja, harus dapat diantisipasi pula resiko-resiko yang akan muncul, serta analisis terhadap penyebab kegagalan usaha, atau tidak berkembangnya usaha. 4. Pemahaman terhadap sebuah keberhasilan Ketika merumuskan tujuan kewirausahaan, pastinya harus diikuti dengan sebuah inilah yang menjadi semangat seorang wirausahawan merasa mampu mencapai target yang sudah direncanakan. Sebuah kepercayaan diri dan keyakinan bahwa apa yang telah diproduksi ini merupakan sebuah produk yang berkualitas dan dapat diterima oleh masyarakat. 5. Rangsangan oleh umpan balik Dalam perjalanan suatu usaha, masukan dari berbagai pihak, sangatlah diperlukan. Masukan tersebut berupa umpan balik, sebagai sebuah penilaian terhadap suatu produk yang dihasilkan. Penilaian ini bisa bermacam-macam, sesuai dengan apa yang dirasakan oleh pelanggan. Jika umpan balik ini berupa penilaian yang baik, maka wirausahawan dapat mempertahankan, atau bahkan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan. Begitu juga, jika yang muncul adalah penilaian negatif, maka dengan cepat, sebagai seorang wirausahawan, wajib mengevaluasi diri dan memperbaikinya, agar sesuai dengan keinginan atau sesuai dengan selera pelanggan. 6. Aktivitas energik Seorang wirausahawan harus memiliki semangat yang tinggi. Hal ini dibutuhkan untuk menunjang segala proses aktivitas usaha yang telah dibangun. Berkat semangat yang tinggi, maka bisa membuat seorang wirausaha untuk menemukan berbagai macam ide inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dari suatu permasalahan. 7. Orientasi ke masa depan Dalam merencanakan sebuah usaha, diharapkan tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi harus berorientasi jauh ke depan, bukan hanya masalah waktu, tetapi juga kecenderungan terhadap inovasi, juga kecenderungan yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa pandemi untuk mampu merespon peristiwa-peristiwa yang muncul, juga harus dimiliki oleh wirausahawan. 8. Keterampilan dalam pengorganisasian Adanya sistem organisasi dalam perusahaan, merupakan hal yang sangat penting. Seorang wirausahawan diharapkan memiliki keterampilan dalam pengorganisasian perusahaan. Meski tanpa adanya karyawan di awal. Namun dalam perkembangannya, sebuah usaha pasti akan membutuhkan karyawan sebagai pendukung usaha ini. Pengorganisasian dalam perusahaan berfungsi sebagai sarana percepatan dalam mencapai target, selain itu organisasi juga mempermudah koordinasi antar unit, pembagian tugas dan wewenang, serta memperkecil resiko konflik internal dalam tubuh perusahaan. 9. Sikap terhadap uang Salah satu tolak ukur keberhasilan dalam menjalankan usaha, adalah mendapat laba bersih yang besar. Berarti, seorang wirausahawan harus menggunakan cara-cara yang baik dan benar untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Namun yang tidak boleh dilupakan, adalah pengelolaan keuntungan ini, pastinya adalah uang. Keuntungan atas hasil usaha, hendaknya dikelola dengan baik. Jangan sampai,Tidak dipungkiri bahwa keuntungan yang lebih adalah keinginan dari setiap wirausahawan. Tetapi perlu diperhatikan juga dalam pengelolaan terhadap uang. Jangan sampai keuntungan yang telah didapatkan disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Demikian adalah sifat sifat kewirausahaan yang tentunya bisa menunjang keberhasilan Anda dalam menjalankan suatu usaha. Dalam perkembangannya, jenis-jenis kewirausahaan muncul, untuk menjawab kebutuhan serta kondisi yang ada saat ini. Setiap wirausahawan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda, maka kita perlu menggali wawasan lagi mengenai jenis-jenis usaha yang cocok dengan sifat dan karakteristik masing-masing wirausahawan. Jenis Wirausaha Ada setidaknya 3 jenis wirausaha yang populer di Indonesia beserta contohnya. 1. Usaha Ritel Usaha ritel merupakan suatu jenis usaha yang tidak pernah ada matinya. Usaha ini juga disebut sebagai penjualan eceran secara langsung kepada konsumen. Usaha ini boleh dibilang merupakan jenis usaha yang minim resiko, karena persaingan yang terjadi hanya sebatas antar peritel. Usaha ritel yang populer saat ini adalah jaringan minimarket yang berjumlah ribuan, dan tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, dapat dibayangkan ya, berapa keuntungan yang diperoleh pengelolanya pada setiap tahun? Namun, membangun usaha ritel bukanlah hal yang mudah, dan memerlukan panduan serta cara yang tepat agar bisa sukses. Terdapat struktur organisasi, pengelolaan keuangan, pengawasan serta pengendalian produk, karyawan, dan masih banyak lagi yang menjadi keberhasilan usaha ritel. Bagi Grameds yang tertarik, buku berjudul Sukses Berbisnis Ritel merupakan pilihan yang tepat untuk memulai mempelajari segala hal mengenai usaha ritel. 2. Startup Bisnis Jaringan internet saat ini bukan lagi menjadi barang mewah. Jaringan internet menjadi kebutuhan sehari-hari. Dengan menggunakan ponsel cerdas, kita dapat melakukan kegiatan ekonomi, atau usaha melalui ponsel kita. Inilah yang disebut sebagai industri digital. Di masa pandemi ini, usaha melalui startup digital menjadi metode yang paling dipilih oleh para pelaku usaha, baik pada skala rumahan, hingga yang beromset ratusan juta rupiah per hari. Dalam membuat bisnis di era Industri ini bukanlah hal yang mudah, dimana dalam mencapai kesuksesan dari ketika mendirikan Start-up hingga melakukan berbagai usaha untuk menjadi unicorn harus melalui berbagai proses. Pada buku berjudul From A Startup To A Unicorn, E-Commerce And Digital Business dari M. Suyanto, Grameds akan diberikan gambaran bagaimana cara memulai usaha tersebut. Salah satu pelaku model usaha ini yang telah mendulang kesuksesan di Indonesia adalah usaha yang dirintis oleh menteri pendidikan kita saat ini. Berawal dari sebuah usaha transportasi online, kini usaha tersebut menjelma menjadi platform yang menyediakan banyak layanan bagi masyarakat. Sebagai contohnya, platform GO-JEK yang didirikan pada tahun 2011 oleh Nadiem Makarim memulai usahanya dari pebisnis Start-up hingga saat ini, GO-JEK mampu mencapai level unicorn, serta Nadiem Makarim sendiri yang mampu berkembang dari pemilik bisnis dan sekarang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Jika Grameds tertarik untuk memahami lebih dalam cerita kesuksesan Nadiem Makarim, buku Nadiem Makarim Dari Pebisnis Start Up Level Unicorn Hingga Melenggang Ke Istana dari Andhika Bayangkara dapat menjadi pilihan yang tepat. 3. Industri Kreatif Pemerintah, dalam beberapa tahun terakhir ini mendorong kaum muda yang memiliki kreativitas, agar dapat memberi sumbangsih dalam industri kreatif di Indonesia. Industri ini murni hanya mengandalkan kreativitas anak-anak muda yang mampu menjawab peluang yang berkembang sesuai dengan keinginan pasar. Berbagai bidang usaha yang ada pada industri kreatif seperti fashion designer, penulis, copywriter, pelukis, desainer, ghostwriter, penulis artikel, dan masih banyak lagi. Buku berjudul Ide-Ide Usaha untuk Freelancer di Bidang Industri Kreatif oleh JUD – Jubilee Digital akan membantu Grameds dalam menemukan bidang usaha yang paling tepat untuk kamu. Sebagai informasi untuk anda, usaha seperti ini, modalnya relatif kecil, dibanding dengan industri-industri yang lain. Bisnis ini tidak memiliki kerangka tertentu, sehingga arah industri ini bebas dikembangkan sesuai dengan kreativitas produk yang dihasilkan. Gramedians, pandemi yang datang secara tiba-tiba, melumpuhkan banyak sendi pada kehidupan manusia ini, maka dari itu, diperlukan suatu kemampuan yang dapat secara sistematis mampu menerapkan kreativitas serta inovatif dalam memenuhi kebutuhan, dan mampu membaca peluang di pasar. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dalam kondisi pandemi ini sebuah usaha dituntut memiliki keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka yang diperlukan adalah kemampuan, serta wawasan untuk membaca peluang usaha apa yang mampu bertahan. Dalam merespon pandemi ini, disiplin ilmu kewirausahaan berkembang secara alami namun cepat, usaha kecil menengah, serta usaha mikro kecil dan menengah menjadi tulang punggung percepatan ekonomi di negara kita. Baca juga artikel lain berikut ini Pengertian Akuntansi Biaya Pengertian Akuntansi Keuangan Pengertian Kelangkaan 8 Jenis Usaha Modal Kecil Cara Budidaya Kutu Air Peluang Bisnis Modal Kecil Pengertian Pasar Barang Pengertian Permintaan dan Penawaran Pengertian Uang Pengertian Inflasi Pengertian Bank Prinsip Ekonomi Pengertian Kelangkaan Rekomendasi Buku Terkait Buku Peluang Usaha Buku Usaha Peternakan Buku Kewirausahaan Buku Ekonomi Apa yang dimaksud dalam kewirausahaan? Pengertian kewirausahaan adalah suatu usaha untuk menentukan, mengembangkan, kemudian menggabungkan inovasi, kesempatan, dan cara yang lebih baik agar memiliki nilai yang lebih dalam kehidupan. Apa tujuan dari kewirausahaan? 1. Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil 2. Kesejahteraan Masyarakat Terangkat 3. Menumbuhkan Semangat Berinovasi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Berikutini adalah ciri-ciri dan karakteristik kewirausahaan,Home - artikel - Prakarya dan Kewirausahaan PKWU Pengertian, Manfaat, dan Materi yang Tercakup Asia muslim lady write information, strategy, reminder on glass board in new normal office. Working from home, remotely work, self isolation, social distancing, quarantine for coronavirus prevention. Semakin hari, semakin banyak jenis cita-cita yang diinginkan oleh kaum muda, termasuk para siswa. Salah satu impian yang sering diungkapkan adalah menjadi seorang pebisnis atau pengusaha. Untuk mengakomodir impian para siswa untuk menjadi seorang pengusaha, terdapat satu mata pelajaran yang cocok dengan hal ini, yaitu prakarya dan kewirausahaan PKWU. Mata pelajaran ini mengajarkan siswa untuk membuat karya sendiri lalu mengkombinasikannya dengan aspek kewirausahaan. Saat suatu karya berhasil, maka seorang siswa dapat menjadikannya sebagai ide bisnis yang akan menghasilkan uang. Mata pelajaran ini juga mengajarkan siswa bagaimana menciptakan karya bermanfaat yang sekaligus mampu menghidupkan pertumbuhan ekonomi. Pada artikel kali ini akan disampaikan informasi seputar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan secara lebih lengkap. Apa Itu PKWU?Tujuan Belajar PKWUManfaat Belajar PKWU1. Menciptakan Minat Usaha dalam Diri Siswa2. Mendorong Kreativitas dan Kerja Sama Siswa3. Mendorong Siswa untuk Berpikir Kritis4. Melestarikan Budaya LokalAspek-aspek dalam PKWU1. Kerajinan2. Budidaya3. Rekayasa4. PengolahanMateri PKWU1. Materi PKWU Kelas X2. Materi PKWU Kelas XI3. Materi PKWU Kelas XII Apa Itu PKWU? PKWU merupakan kepanjangan dari prakarya dan kewirausahaan. Mata pelajaran ini terdapat pada Kurikulum 2013 yang pada intinya membahas tentang karya dan wirausaha. Belajar PKWU mampu mendorong siswa untuk menciptakan karya serta melatih kepekaan dalam melihat peluang usaha. Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap bahwa mata pelajaran PKWU dapat menumbuhkan sikap wirausaha para siswa. Prakarya yang diajarkan pada siswa bertujuan untuk melatih dan mengelola penciptaan karya produksi. Sementara kewirausahaan dapat menumbuhkan sikap disiplin, komitmen tinggi, jujur, kreatif, inovatif, mandiri, dan berpikir secara realistis. Tujuan Belajar PKWU Illustration of light bulb ideas Di bawah ini merupakan tujuan dari mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Meningkatkan daya cipta dan kewirausahaan. Menumbuhkan semangat berwirausaha sejak dini. Memfasilitasi siswa dalam berekspresi kreatif melalui keterampilan teknik berkarya ergonomis, teknologi, dan ekonomis. Melatih keterampilan menciptakan karya berbasis estetis, artistik, ekosistem, dan teknologi. Melatih siswa untuk memanfaatkan media dan bahan berkarya seni dan teknologi melalui prinsip ergonomis, hygienis, tepat-cekat-cepat, ekosistemik, dan metakognitif. Menghasilkan karya jadi maupun apresiatif yang siap dimanfaatkan dalam kehidupan, maupun bersifat wawasan dan landasan pengembangan apropriatif terhadap teknologi yang baru dan teknologi kearifan lokal. Menumbuh kembangkan jiwa wirausahasiswa melalui latihan dan pengelolaan penciptaan karya produksi, pengemasan, dan usaha menjual berdasarkan prinsip ekonomis, ekosistem, dan ergonomis. Manfaat Belajar PKWU Adapun manfaat pembelajaran PKWU bagi siswa di sekolah antara lain 1. Menciptakan Minat Usaha dalam Diri Siswa Mata pelajaran PKWU diharapkan dapat menumbuhkan minat usaha bagi siswa. Dengan memiliki keterampilan PKWU yang baik, siswa diharapkan mampu bertahan sebaik mungkin di masa mendatang. Selain itu, siswa yang cakap dalam berkarya dan berwirausaha juga berpeluang untuk membantu perekonomian negara. Beberapa keterampilan yang diperoleh siswa dari mata pelajaran PKWU, yaitu pemecahan masalah, kerja tim, empati, serta belajar menerima kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh. 2. Mendorong Kreativitas dan Kerja Sama Siswa Kreativitas siswa dapat tumbuh, salah satunya dengan mempelajari mata pelajaran PKWU. Melalui prakarya dan kewirausahaan, siswa menjadi individu yang memiliki jiwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi. PKWU juga dapat menumbuhkan sikap kerja sama tim yang baik. 3. Mendorong Siswa untuk Berpikir Kritis Membuat karya merupakan sebuah proses panjang yang meliputi identifikasi masalah hingga bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat. Sebuah karya yang baik memiliki nilai keindahan dan juga kegunaan. Untuk itu, secara tidak langsung, mata pelajaran PKWU mendorong siswa untuk memiliki keterampilan berpikir kritis. Siswa menjadi terbiasa mengidentifikasi masalah sekaligus menyelesaikan masalah yang ada. Keterampilan berpikir kritis ini sangat berguna bagi siswa di kehidupan mendatangnya. 4. Melestarikan Budaya Lokal Manfaat lain dari mata pelajaran PKWU adalah membantu pelestarian budaya lokal. Hal ini karena produk yang dibuat dan dipasarkan umumnya merupakan kerajinan daerah. Dengan begitu, pada masa mendatang pun warisan budaya akan terus lestari dan diingat. Aspek-aspek dalam PKWU white puzzle pieces on a blue background Terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan, di antaranya 1. Kerajinan Aspek PKWU yang pertama adalah kerajinan yang dikaitkan dengan hasil karya dari keterampilan tangan. Aspek ini memiliki nilai keindahan sekaligus fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat berbagai jenis kerajinan tangan yang dibuat dari bahan-bahan berbeda. Misalnya, kerajinan tangan dari bahan limbah hasil produksi atau rumahan, bahan batu, logam, kayu, kulit hewan, daun atau batang tumbuhan, dan lain sebagianya. 2. Budidaya Aspek selanjutnya adalah budidaya, yaitu usaha yang tersusun secara terencana untuk memelihara dan mengembangbiakkan suatu tanaman atau hewan. Tujuan dilakukannya budidaya adalah agar tumbuhan atau hewan bisa tetap lestari dan dapat memperoleh hasil yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh bisnis yang diperoleh dari hasil budidaya, yakni ternak ikan dan tanaman hias. 3. Rekayasa Rekayasa merupakan salah satu aspek PKWU yang terdiri dari proses merancang, merekonstruksi, dan membuat produk yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari dengan pendekatan pemecahan masalah. Aspek rekayasa menerapkan aplikasi ilmu pengetahuan science untuk menjawab persoalan praktis dalam kehidupan manusia, termasuk di dalamnya kebutuhan komersial atau industri. Contoh aspek PKWU rekayasa adalah penyambungan balok kayu untuk pembuatan atap rumah dan alat transportasi yang berguna untuk kehidupan manusia. 4. Pengolahan Aspek terakhir dari mata pelajaran PKWU adalah pengolahan. Aspek ini mempelajari terkait mengolah bahan baku atau bahan mentah menjadi produk olahan. Dalam prosesnya, terdapat pengolahan proses fisik, kimia, hingga mikrobiologis. Hal ini menjadikan siswa mampu memahami cara pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi yang bernilai ekonomis sekaligus penyimpanan dan pengawetan agar hasil olahan tidak cepat rusak. Contoh hasil PKWU yang termasuk dalam aspek pengolahan adalah usaha kuliner atau makanan. Ada berbagai macam teknik pengolahan makanan, yakni Memotong dan mengupas. Pemerasan, contohnya adalah membuat jus buah atau santa kelapa. Pemasakan, meliputi menggoreng, merebus, dan memanggang. Pencampuran. Peragian, contohnya adalah pembuatan tempe. Pengeringan semprot. Pasteurisasi pemanasan makanan, contohnya dalam pembuatan susu. Pengepakan. Materi PKWU Mata pelajaran PKWU mulai diajarkan di jenjang pendidikan tingkat SMA/MA/SMK/sederajat. Untuk rincian materinya, dapat dilihat di paparan berikut ini. 1. Materi PKWU Kelas X Semester 1 Bab 1 Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda Karakteristik kewirausahaan Rencana usaha kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda Rancangan dan produksi kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda Penghitungan biaya produksi kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda Pemasaran langsung kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda Bab 2 Wirausaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik Karakteristik kewirausahaan Rencana usaha produk teknologi dan transportasi dan logistik Rancangan dan produksi produk teknologi transportasi dan logistik Penghitungan biaya produksi produk teknologi transportasi dan logistik Pemasaran langsung produk Bab 3 Kewirausahaan Pengelolaan Budidaya Tanaman Pangan Rencana usaha budidaya tanaman pangan Proses produksi budi daya Perhitungan harga pokok usaha Pemasaran langsung produk hasil budi daya Hasil kegiatan usaha budi daya Bab 4 Kewirausahaan Pengelolaan Makanan Awetan dari Bahan Nabati Rencana usaha makanan awetan dari bahan nabati Sistem pengolahan makanan awetan Perhitungan biaya pembuatan makanan awetan Pemasaran langsung produk Hasil kegiatan usaha Semester 2 Bab 5 Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal Rencana usaha kerajinan Rancangan dan produksi kerajinan Penghitungan biaya produksi kerajinan Pemasaran langsung kerajinan Evaluasi hasil kegiatan usaha Bab 6 Wirausaha Produk Grafika Rencana usaha produk Rancangan dan produksi Penghitungan harga pokok produksi Pemasaran langsung Bab 7 Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias Proses produksi budi daya Perhitungan harga pokok usaha budi daya Pemasaran langsung Bab 8 Kewirausahaan Pengolahan Makanan Awetan dari Bahan Hewani Rencana usaha makanan awetan dari bahan hewani Sistem pengolahan dan pengemasan makanan awetan Perhitungan harga jual makanan awetan Pemasaran langsung Rumusan hasil kegiatan usaha 2. Materi PKWU Kelas XI Semester 1 Bab 1 Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Rencana usaha kerajinan Sistem produksi usaha kerajinan Perhitungan titik impas usaha kerajinan Strategi promosi produk usaha kerajinan Laporan kegiatan Bab 2 Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik Rencana usaha produk Perhitungan titik impas usaha Promosi produk hasil usaha Laporan kegiatan usaha Bab 3 Wirausaha Pembenihan Ikan Konsumsi Rencana usaha Penerapan sistem pembenihan ikan konsumsi Perhitungan titik impas Promosi usaha pembenihan Bab 4 Wirausaha Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah Rencana usaha makanan khas daerah Penerapan sistem produksi Penghitungan titik impas Promosi produk Semester 2 Bab 5 Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang Rencana usaha kerajinan Sistem produksi usaha kerajinan Penghitungan titik impas Strategi promosi Bab 6 Wirausaha Produk Rekayasa Bidang Konversi Energi Rencana usaha produk Sistem produksi Penghitungan titik impas Promosi produk Bab 7 Wirausaha Pembenihan Ikan Hias Rencana usaha pembenihan Penerapan sistem pembenihan ikan hias Penghitungan titik impas Bab 8 Wirausaha Pengolahan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Internasional Rencana usaha makanan Penerapan sistem produk makanan Penghitungan titik impas Promosi produk 3. Materi PKWU Kelas XII Semester 1 Bab 1 Wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Lokal. Rencana usaha kerajinan Rancangan dan produksi kerajinan Penghitungan harga jual produk Media promosi Penjualan sistem konsinyasi Bab 2 Wirausaha Rekayasa Jasa Profesi dan Profesionalisme Rencana usaha jasa profesi dan profesionalisme Produk jasa profesi dan profesionalisme Menghitung harga jual jasa Media promosi Penjualan produk dengan sistem konsinyasi Bab 3 Wirausaha Produk-Produk Budidaya Ternak Unggas Petelur Rencana usaha budidaya unggas petelur Rancangan dan kegiatan budidaya Penghitungan harga jual produk hasil budidaya Media promosi produk hasil budidaya Penjualan sistem konsinyasi Bab 4 Wirausaha Pengolahan Makanan Khas Daerah yang Dimodifikasi Rencana usaha makanan khas daerah Sistem pengolahan makanan khas daerah Penghitungan harga jual Media promosi produk Semester 2 Bab 5 wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Global Rencana usaha kerajinan Rancangan dan produksi kerajinan Penghitungan harga jual produk Media promosi produk Penjualan secara langsung maupun online Bab 6 Wirausaha Produk Peralatan Teknologi Terapan Rencana usaha produk Produksi peralatan teknologi terapan Penghitungan harga jual produk Media promosi produk Penjualan produk dengan sistem konsinyasi Bab 7 Wirausaha Budidaya Unggas Pedaging Rencana usaha unggas pedaging Rancangan dan kegiatan budidaya Penghitungan harga jual produk budidaya Media promosi produk Penjualan produk hasil budidaya secara langsung maupun online Bab 8 Wirausaha Pengolahan Makanan Fungsional Rencana usaha produk pengolahan makanan Sistem pengolahan makanan fungsional Penghitungan harga jual produk Media promosi produk Penjualan dengan sistem konsinyasi Demikianlah informasi terkait mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan PKWU. Semoga bapak/ibu guru juga siswa dapat berpartisipasi dengan baik di mata pelajaran bapak/ibu guru yang ingin beralih menggunakan aplikasi ujian online, bisa mencoba aplikasi Ujione. Berbasis cloud pertama di Indonesia, bapak/ibu tidak perlu repot menyiapkan server sendiri. Langsung bisa digunakan di perangkat apapun dan kapanpun. Disertai dukungan fitur yang handal, menjadikan pengalaman ujian yang tidak biasa. Kunjungi untuk informasi lebih lengkap!
3 Jelaskan yang dimaksud dengan manusia sebagai faktor ekologi yang dominan! - Maksud dari manusia menjadi faktor ekologi yang paling dominan adalah karena akal dan pikiran yang dimiliki manusia. Dimana dengan akal dan pikiran tersebut, manusia bisa menciptakan lingkungan hidup, akan tetapi dengan kemampuanya pula manusia bisa merusak lingkungan.
Wirausahadan Kewirausahaan, Jauh Beda Artinya Bro! Perbedaan wirausaha dan kewirausahaan itu bukannya tidak ada. Namun benar-benar ada dan mencakup sejumlah aspek. Jika dilihat secara sepintas, antara wirausaha dan kewirausahaan tampak tidak memiliki perbedaan karena tulisannya yang serupa. Bagi yang menggeluti dunia usaha, kedua istilah
Kelas10 sma prakarya dan kewirausahaan siswa 2017. Prakarya dan Kewirausahaan Buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X berisikan materi pembelajaran prakarya yang terintegrasi dengan pembelajaran